Retail
JURNALISME WARGA
REDAKSI
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH
No Result
View All Result
LPM PATRIOTIK
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH

Mahasiswa Protes Peleburan Enam Fakultas di Universitas Jambi

by Pers Mahasiswa
in LINTAS BERITA
57
SHARES
559
VIEWS
ShareTweetSend

Patriotik.co – Wacana Kampus Universitas Jambi (Unja), untuk integrasi enam fakultas yang akan dikeluarkan melalui keputusan Rektor Unja, menuai protes dari mahasiswa di kampus itu sendiri. Pasalnya kebijakan ini dianggap akan merugikan mahasiswa. Wacana ini diketahui seiring beredarnya surat berkop Unja dengan perihal Keputusan Rektor terkait kebijakan di kalangan mahasiswa. Namun, surat itu belum bernomor dan belum ditandatangani oleh Rektor.

ARTIKELTERKAIT

Keracunan Massal Terus Terjadi, Beranda Perempuan Desak Evaluasi MBG

Keracunan Massal Terus Terjadi, Beranda Perempuan Desak Evaluasi MBG

February 6, 2026
Pimpin HMI Cabang Jambi, Pandu Wijaya Usung Gagasan HMI Kolaborator

Pimpin HMI Cabang Jambi, Pandu Wijaya Usung Gagasan HMI Kolaborator

January 10, 2026
Alumni Unbari Bambang Irawadi Terpilih Pimpin Federasi Panjat Tebing Jambi

Alumni Unbari Bambang Irawadi Terpilih Pimpin Federasi Panjat Tebing Jambi

December 22, 2025
Mualaf Baru di Grib Jaya Jambi, Prosesi Syahadat Digelar di Hari Jum’at Berkah

Mualaf Baru di Grib Jaya Jambi, Prosesi Syahadat Digelar di Hari Jum’at Berkah

June 20, 2025

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unja, Reza Multholib, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp menyampaikan, bahwa dirinya sangat tidak setuju dengan adanya peleburan enam fakultas tersebut, karena ia menilai, akibat dari kebijakan ini nantinya akan banyak kerugian yang bakal ditanggung oleh mahasiswa.

Pertama yang akan dirasakan mahasiswa, menurut Reza adalah ketidaknyamanan dalam perkuliahan apabila dipindahkan dari kampus Unja di Mendalo ke Kampus Buluran. Karena dengan jumlah mahasiswa FKM yang tidak sedikit, Reza khawatir jika dipindahkan ke kampus Unja yang di Buluran akan terjadi over kapasitas, jika disatukan kembali bersama mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Kesmas).

“Kemudian kerugian kedua yang kami rasakan nantinya adalah pada sistem administrasi kampus yang kami rasa saat ini, sudah sangat baik di bandingkan di beberapa fakultas di Unja. Bukan hanya itu, beberapa organisasi yang telah kami bentuk pun ikut hancur. Maka dari itu saya mewakili suara rekan-,rekan saya menyatakan tidak setuju atas adanya keputusan tersebut,” tegasnya, Minggu (19/4).

“Tak apa lah walaupun fakultas kami hanya di akui oleh Surat Keputusan (SK) Rektor, yang penting pengalaman pahit yang pernah di rasakan senior terdahulu tidak terjadi ataupun terulang kembali. Tak ada yang boleh merebut, merobek rasa kenyamanan kami,” tambah Reza.

Dirinya berharap, semoga Petinggi Fakultas di Unja dalam rapat Senat nanti tidak ada yang menyetujui hal tersebut, karena keputusan tersebut dapat berakibat buruk bagi mahasiswa yang fakultasnya akan dileburkan.

“Namun apabila hasil rapat Senat Universitas tidak sesuai yang kita harapkan maka pergerakan mahasiswa lah yang akan mendobrak hal itu,” ungkapnya.

Tidak hanya Reza, Mahasiswa FIB Unja, M. Indra Santoso juga merasa keberatan atas wacana peleburan beberapa fakultan yang ada di Unja, termasuk FIB yang direncanakan lebur ke fakultas Kegururua Ilmu Pengetahuan (FKIP), yang dianggap tidak sesuai tempatnya. Selain itu, menurutnya FIB Unja adalah satu-satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang ada di Jambi.

“Kami sudah banyak mencoba mengangkat sejarah, seni maupun budaya yang ada di Jambi sesuai dengan kajian kami. Seharusnya dipertahankan, bukan malah dihapuskan, kalau FIB tidak ada lagi, kami kehilangan wadah untuk belajar. Maka tidak sesuai dengan basis keilmuan, toh untuk lulusan atau gelar juga bisa berubah, kan tidak lucu lulusan Arkeologi tapi keluaran dari FKIP,” jelasnya, Minggu (19/4).

M. Indra menerangkan, bagaimanapun peleburan fakultas itu jadi satu birokrasi, akan bisa lebih baik dan bisa jadi lebih buruk. Dia menilai, dari nama fakultas aja sudah berbeda, FKIP yang notabenenya pendidikan, sementara FIB non pendidikan. Menurutnya FIB adalah ilmu murni.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jambi, Ardy Irawan, saat dihubungi memprediksikan, perubahan tetap akan terjadi. Namun dirinya berharap keputusan yang diambil tidak mempersulit mahasiswa. Pada dasarnya, apapun keputusan Rektor, seharusnya membawa dampak kemudahan bagi mahasiswa.

“Saat ini kita sedang melakukan analisis terlebih dahulu terhadap perubahan tersebut,” singkatnya.

Sementara itu Rektor Unja, Prof. Sutrisno, saat dikonfirmasi, memebenarkan ada wacana peleburan beberapa fakultas di Unja. Dirinya mengungkapkan, bahwa wacana tersebut masih akan dibawa dalam sebuah rapat pimpinan.

“Keputusan rektor ini masih akan dibahas di rapat pimpinan, kemudian lebih lanjut ke rapat senat,” katanya, Senin (20/04).

Adapun fakultas yang diintegrasikan tersebut yakni, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol).

FIB dan FIK akan dilebur ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP), sedangkan FT ke Fakultas Saintek. Lalu FTP ke Fakultas Pertanian, FKM ke Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta Fisipol ke Fakultas Hukum.

Terkait tanggapan beberapa mahasiswa yang tidak setuju dengan wacana keputusan tersebut karena dianggap akan merugikan mahasiswa, Rektor mengatakan, bahwa kekecewaan mahasiswa sangat dimaklumi. Namun, katanya, hal ini tidak cukup jika hanya disikapi dengan kekecewaan saja.

“FKM bila lulus yang menandatangani ijazah adalah Dekan FKIK, Fakultas Ilmu Budaya yang menandatangani ijazah bila lulus adalah Dekan FKIP. Nah.. tidak mungkin menduduki dekan tidak dibayar dan tidak dibolehkan menggunakan fasilitas negara, misalnya mobil dinas dan lain lain,” paparnya.

Dia menambahkan, kepindahan fakultas tidak mempengaruhi capaian pembelajaran dari program studi yang diambil. Semua program study akan tetap sesuai dengan kurikulum yang telah disusun. Justru, Rektor Unja menilai, yang harus dikejar adalah pemenuhan penyelenggaraan pendidikan yang terstandar, sesuai dengan Undang-undang.

“Tetap semangat untuk kuliah sesuai standar, lulus dengan baik, dan mendapatkan pekerjaan sesuai yang diharapkan. Perlu dipikirkan akses apa saja yang dapat menjadi hambatan untuk berkomunikasi dengan dekanat, dan hambatan apa saja yang harus diatasi,” tutur Rektor.

(Wahyu Jati)

Tags: dileburEnam FakultasMahasiswa ProtesUnja
Next Post

Wanita Cerdas dan Berjiwa Nasionalisme

Delusi Rindu

Dosen Anjurkan Pakai Aplikasi Cloudx, Mahasiswa Unbari Belum Rasakan Realisasinya

Discussion about this post

April 2026
S M T W T F S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
« Mar    

Recent News

Jelang Idul Fitri, Unbari Tetapkan WFA dan Libur Kampus

Jelang Idul Fitri, Unbari Tetapkan WFA dan Libur Kampus

March 12, 2026
Mapala Gitasada Unbari Perkuat Solidaritas Lewat Musyawarah Anggota Ke-23

Mapala Gitasada Unbari Perkuat Solidaritas Lewat Musyawarah Anggota Ke-23

February 13, 2026
Keracunan Massal Terus Terjadi, Beranda Perempuan Desak Evaluasi MBG

Keracunan Massal Terus Terjadi, Beranda Perempuan Desak Evaluasi MBG

February 6, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami

© 2019 Patriotik - Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa Patriotik, Kampus Universitas Batanghari, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Putri, Danau Teluk, Kota Jambi, Jambi 36122. Developed by Ara.

No Result
View All Result
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH

© 2019 Patriotik - Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa Patriotik, Kampus Universitas Batanghari, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Putri, Danau Teluk, Kota Jambi, Jambi 36122. Developed by Ara.