Retail
JURNALISME WARGA
REDAKSI
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH
No Result
View All Result
LPM PATRIOTIK
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH

Keindahan Hiliran Sungai Batanghari yang Tertutup Tumpukan Sampah

by Pers Mahasiswa
in OPINI
Keindahan Hiliran Sungai Batanghari yang Tertutup Tumpukan Sampah
13
SHARES
132
VIEWS
ShareTweetSend

Pada Tanggal 11 juli sampai 19 Juli 2022, kami melakukan kegiatan Ekspedisi Sungai Batanghari, kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

ARTIKELTERKAIT

Satu Proposal, Banyak Meja, Dana Ormawa Tak Kunjung Sampai

Satu Proposal, Banyak Meja, Dana Ormawa Tak Kunjung Sampai

May 26, 2025
Intervensi yang Membelenggu: Organisasi Mahasiswa di Bawah Bayang-Bayang Dosen

Intervensi yang Membelenggu: Organisasi Mahasiswa di Bawah Bayang-Bayang Dosen

December 29, 2024
Apa Kabar Pemira Unbari, Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Kemoloran ini

Apa Kabar Pemira Unbari, Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Kemoloran ini

December 16, 2024
Tulisan Cinta dan Angan-Angan, jangan Membatasi Hak Kami

Tulisan Cinta dan Angan-Angan, jangan Membatasi Hak Kami

October 8, 2024

Ekspedisi ini memiliki tantangan tersendiri bagi saya, karena melakukan pengamatan, menggali informasi sambil berlayar menyusuri Sungai Batanghari.

Perjalanan itu bermula di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, kami melintasi tujuh Kabupaten, Kota, dan Dua Provinsi, yaitu Sumbar di hulu, dan Jambi di hilir, dengan jarak sekitar 600 kilo Meter (KM), kami menginap 2 hari di Hilir Sungai Batanghari tersebut yang bertempat di Desa Teluk Majelis. Sekaligus kami berkunjung ke Suku Duano di Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi pada 17 juli 2022. Dimana menurut keterangan masyarakat suku Duano. Bahwa leluhur mereka berasal dari Jeddah, berjumlah 7 orang yang berlayar menggunakan kapal secara terpisah dengan tujuan menyebarluaskan ajaran Islam ke segala penjuru.

Kemudian mereka diduga juga melakukan kegiatan berniaga. Suku Duano juga memiliki bahasa yang khas, yaitu bahasa Suku Duano, namun keindahan kebudayaan ini hampir tertutupi oleh pemandangan yang tidak menyenangkan, yaitu tumpukan – tumpukan sampah yang berserakan di bawah rumah masyarakat itu sendiri, bahkan tumpukan sampah ini mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter.

Permasalahan sampah ini memang banyak terjadi di wilayah pesisir dan wilayah hilir Sungai Batanghari, mulai dari sampah kiriman yang terbawa arus sungai, disepanjang aliran yang membentang dari hulu hingga ke hilir Sungai Batanghari. Sampah di area pasar hingga sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh tiap rumah penduduk yang ada disana.

Hasil observasi kami menunjukkan bahwa, di Suku Duano, Desa Kampung Laut ini terdapat 15 RT, dan saya melihat bahwa disana tidak satupun tersedia Tempat Pembuangan Sampah (TPS), sebab yang saya lihat TPS tersebut hanya berada di pasar tradisional, memang disana ada 2 hingga 3 titik TPS yang kita-kira berukuran 2×3 M persegi, namun ini tidak cukup untuk menampung sampah yang dihasilkan oleh masyarakat desa tersebut.

Sampah yang telah terkumpul di TPS tersebut, dijemput dan diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Tanjung Jabung Timur, mereka yang melakukan penjemputan hanya Satu kali dalam satu minggu, saya pastikan kalau volume sampah tersebut sudah over kapasitas atau melebihi kemampuan daya tampung, maka itu tidak akan sanggup untuk menampung sampah yang ada disana, apalagi untuk menanggulangi sampah kiriman, sangat kecil kemungkinan permasalahan sampah ini dapat diatasi.

Kondisi yang dialami masyarakat saat ini mereka telah merasakan dampak dari pencemaran itu sendiri, serta kumuhnya pemukiman disana. Sebab mayoritas masyarakat Desa Duano menggunakan sumur bor atau sumur galian untuk keperluan mandi dan mencuci, sumur itu sendiri berada dibawah tumpukan sampah dan lumpur tebal diatas nya, sehingga berdampak secara langsung kepada kesehatan mereka, penyakit yang dialami seperti menderita gatal-gatal, infeksi kulit dan diare. Penyakit-penyakit itu sendiri sudah banyak diderita oleh masyarakat yang tinggal di desa tersebut.

Menurut keterangan beberapa warga, masyarakat Duano juga terancam dugusur karena pemukiman ini menghalangi proyek pembangunan yang telah direncanakan oleh pemerintah setempat, namun masyarakat Duano menolak untuk digusur atau diusir dari rumah mereka, karena mereka kebingungan akan pindah kemana, sementara mayoritas perekonomian masyarakat berada dibawah rata-rata.

Kemudian bergeser sedikit ke lokasi kedua yang hanya berjarak sekitar 2 KM. yaitu Desa Teluk Majelis terletak di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, disini terdapat 20 RT. dan 5 Dusun. Masyarakat di sana pekerjanya rata-rata sebagai petani, dan mereka menanam komoditi Kelapa dan pinang yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat, dan keseharian mereka juga berkerja sebagai nelayan.

Kontur tanah di Desa Teluk Majelis ini merupakan daratan rendah dan lahan basah (rawa), karena kawasan ini termasuk daerah pesisir, yang berlokasi sangat dekat dengan laut, umumnya permasalahan lingkungan yang marak terjadi di wilayah pesisir adalah masalah sampah dan abrasi.

Sampah kiriman dari huluan Sungai Batanghari dan dibawa arus air hingga ke Desa Teluk Majelis, ditambah dengan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Teluk Majelis itu sendiri, bahkan membuang sampah sembarangan sudah menjadi hal yang biasa dilakukan, seperti membuang sampah ke bawah rumah.

Dailokasi ini sangat minim sekali TPS yang disediakan, hingga saat ini masih belum ada solusi atau langkah kongkrit yang diambil oleh pemerintah maupun masyarakat Desa terhadap permasalahan sampah dan abrasi ini.

Padahal Desa Teluk Majelis ini kaya akan budaya, adat istiadat. Itu terlihat dari peninggalan sejarah seperti Cagar Budaya (CB) atau Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), namun pencemaran lingkungan oleh sampah ini menjadi alasan utama bagi mereka.

Mengapa kita harus mulai berbenah diri, menumbuhkan rasa cinta, kesadaran serta kepedulian terhadap Desa Teluk Majelis ini, agar kebudayaan dan keindahan bentang alam nya dapat kita lestarikan, kita harus bersama-sama dan bergotong-royong untuk mencari solusi yang tepat terhadap persoalan ini.

Berkolaborasi bersama-sama, mulai dari segala lapisan masyarakat, pemuda desa dan pemerintah, kita harus mengambil langkah kongkrit untuk pelestarian lingkungan hidup dan budaya di desa teluk majelis itu sendiri.

*Penulis : Irwanda Naufal Idris, Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Semester 4 Universitas Batanghari (Unbari) Jambi

Rubrik opini, penulis bertanggung jawab atas keseluruhan isi. Patriotik dibebaskan atas tuntutan apapun. Silakan kirim opini Anda ke emailredaksipatriotik@gmail.com

Tags: EkspedisiSungaiBatanghariTumpukanSampah
Next Post
Katanya Ini Sebuah Perjalanan, Tapi Aku Rasa Tidak

Katanya Ini Sebuah Perjalanan, Tapi Aku Rasa Tidak

Dalam Rangka Hari Kemerdekaan, Unbari Adakan Roadshow Bersama Mudanesia

Dalam Rangka Hari Kemerdekaan, Unbari Adakan Roadshow Bersama Mudanesia

Milad Ke 20 Tahun, UKM Seni dan Budaya Aek Ngalir Adakan Kegiatan Budaya

Milad Ke 20 Tahun, UKM Seni dan Budaya Aek Ngalir Adakan Kegiatan Budaya

Discussion about this post

April 2026
S M T W T F S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
« Mar    

Recent News

Jelang Idul Fitri, Unbari Tetapkan WFA dan Libur Kampus

Jelang Idul Fitri, Unbari Tetapkan WFA dan Libur Kampus

March 12, 2026
Mapala Gitasada Unbari Perkuat Solidaritas Lewat Musyawarah Anggota Ke-23

Mapala Gitasada Unbari Perkuat Solidaritas Lewat Musyawarah Anggota Ke-23

February 13, 2026
Keracunan Massal Terus Terjadi, Beranda Perempuan Desak Evaluasi MBG

Keracunan Massal Terus Terjadi, Beranda Perempuan Desak Evaluasi MBG

February 6, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami

© 2019 Patriotik - Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa Patriotik, Kampus Universitas Batanghari, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Putri, Danau Teluk, Kota Jambi, Jambi 36122. Developed by Ara.

No Result
View All Result
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH

© 2019 Patriotik - Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa Patriotik, Kampus Universitas Batanghari, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Putri, Danau Teluk, Kota Jambi, Jambi 36122. Developed by Ara.