Retail
JURNALISME WARGA
REDAKSI
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH
No Result
View All Result
LPM PATRIOTIK
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH

Maraknya Fenomena ‘Pengemis Online’ di Media Sosial

by Pers Mahasiswa
in OPINI
Maraknya Fenomena ‘Pengemis Online’ di Media Sosial
123
SHARES
1.2k
VIEWS
ShareTweetSend

Kehadiran berbagai platform digital nampaknya menjadi ladang nafkah bagi mereka yang mampu memanfaatkan momen tersebut. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kalangan masyarakat biasa bahkan kalangan artis pun berlomba-lomba untuk memanfaatkan platform digital yang tersedia di media sosial.

ARTIKELTERKAIT

Satu Proposal, Banyak Meja, Dana Ormawa Tak Kunjung Sampai

Satu Proposal, Banyak Meja, Dana Ormawa Tak Kunjung Sampai

May 26, 2025
Intervensi yang Membelenggu: Organisasi Mahasiswa di Bawah Bayang-Bayang Dosen

Intervensi yang Membelenggu: Organisasi Mahasiswa di Bawah Bayang-Bayang Dosen

December 29, 2024
Apa Kabar Pemira Unbari, Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Kemoloran ini

Apa Kabar Pemira Unbari, Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Kemoloran ini

December 16, 2024
Tulisan Cinta dan Angan-Angan, jangan Membatasi Hak Kami

Tulisan Cinta dan Angan-Angan, jangan Membatasi Hak Kami

October 8, 2024

Platform digital tiktok ini memiliki beragam konten yang dapat ditemukan tergantung bagaimana selera penggunanya mulai dari konten edukasi, dakwah, memasak, fotografi hingga konten jogged-joged. Tapi belakangan ini, pengguna tiktok disuguhi dengan konten-konten berbau mengemis, dimana sang kreator memperlihatkan lansia secara live mengguyur air ke badannya kemudian mendapat imbalan beripa gift/hadiah yang di berikan oleh penonton.

Fenomena mengemis ini belakangan marak diperbincangkan hingga membuat heboh warganet. Bagaimana tidak, Konten mengemis online ini disebut-sebut mengekpsloitasi lansia yang sudah rentah itu. Konten tersebut menuai kontra hingga kecaman karena memakai pemeran ibu-ibu bahkan nenek-nenek yang dinilai kurang sopan demi sebuah konten dan hadiah.

Mengemis online yang dilakukan oleh orang dewasa hingga lansia itu ternyata dilakukan secara terorganisir. Tak heran jika warganet mengecam, karena dinilai eksploitasi manusia. Namun, para pelaku berdalih hal tersebut bukan eksploitasi. Mereka tergiur iming-iming puluhan juta rupiah dari mengemis online.

Konten mengemis yang dilakukan oleh lansia dan orang dewasa ini makin menjamur di media social. Mereka mengaku sebagai konten creator yang mengumpulkan gift atau hadiah dari warganet. Mereka akan terus mandi meski tubuh mereka sudah tampak pucat dan gemetar kedinginan dan hanya akan berhenti jika target koin yang didapat sudah mencapai target yang ditentukan. Mirisnya, saat satu orang berhenti setelah itu akan digantikan lagi oleh orang yang lain melakukan hal yang sama.

Menurut saya, konten kegiatan mengemis online ini sangat tidak relevan untuk jadi tonton di media online. Pasalnya kegiatan tersebut memperlihatkan hal yang kurang pantas untuk jadi tontonan halayak ramai. Walaupun para ibu dan lansia itu mengaku bahwa tidak dipaksa selama live mandi lumpur.

Mirisnya fenomena yang mulai menjamur ini membuat beberapa konten creator mencob mengeksploitasi orang tua mereka. Dibelakang layar bahkan banyak anak muda yang berperan, terutama dalam pengoprasian media sosial itu.

Melihat fenomena yang tidak biasa ini, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini akhirnya mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2023 tentang penertiban kegiatan eksploitasi dan/atau kegiatan mengemis yang memanfaatkan lanjut usia, anak, penyandang disabilitas, dan/atau kelompok rentan lainnya.

*Penulis: Nahlah Zamharirah, mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (Unja)

Tags: opinimahasiswa/iUnja
Next Post
Polemik Pemilihan Rektor Definitif Unbari Oleh YPJ, Ditengah Belum Keluarnya Putusan Menkopolhukam

Polemik Pemilihan Rektor Definitif Unbari Oleh YPJ, Ditengah Belum Keluarnya Putusan Menkopolhukam

Sebelum diam, bolehkah saya bercerita

Sebelum diam, bolehkah saya bercerita

Jual Beli Diktat di FH Terus Terjadi, Adanya Unsur Paksaan Oknum Dosen

Jual Beli Diktat di FH Terus Terjadi, Adanya Unsur Paksaan Oknum Dosen

Discussion about this post

April 2026
S M T W T F S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
« Mar    

Recent News

Jelang Idul Fitri, Unbari Tetapkan WFA dan Libur Kampus

Jelang Idul Fitri, Unbari Tetapkan WFA dan Libur Kampus

March 12, 2026
Mapala Gitasada Unbari Perkuat Solidaritas Lewat Musyawarah Anggota Ke-23

Mapala Gitasada Unbari Perkuat Solidaritas Lewat Musyawarah Anggota Ke-23

February 13, 2026
Keracunan Massal Terus Terjadi, Beranda Perempuan Desak Evaluasi MBG

Keracunan Massal Terus Terjadi, Beranda Perempuan Desak Evaluasi MBG

February 6, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami

© 2019 Patriotik - Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa Patriotik, Kampus Universitas Batanghari, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Putri, Danau Teluk, Kota Jambi, Jambi 36122. Developed by Ara.

No Result
View All Result
  • LINTAS KAMPUS
  • LINTAS BERITA
  • MATA LENSA
  • CERPEN
  • PUISI
  • OPINI
  • MAJALAH

© 2019 Patriotik - Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa Patriotik, Kampus Universitas Batanghari, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Putri, Danau Teluk, Kota Jambi, Jambi 36122. Developed by Ara.