Patriotik.co – Sebanyak 102 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari (Unbari) Jambi mengikuti yudisium dengan tema “Menjadi Guru Profesional Berakhlak Mulia dan Mampu Berkompetisi di Era Society 5.0” yang dilakukan melalui via zoom, Jum’at (17/06).
Pejabat Sementara (Pjs) Rektor Herri mengatakan kegiatan ini menandai bahwa telah usainya pembelajaran yang di tutup dengan yudisium dan nantinya akan wisuda pada 25 Juni 2022 mendatang, dan ini juga menunjukkan bahwa Unbari yang didalamnya ada FKIP tetap berjalan sebagaimana mestinya tidak ada hal-hal yang menghambat kegiatan pembelajaran.
“Unbari berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan giat,” ucapnya dalam sambutan
Beliau berharap kepada peserta yudisium agar terus meningkatkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dan beberapa dari perserta dapat menjadi enterpreneur yang dapat mengelola dunia pendidikan serta mendirikan usaha-usaha yang berbasis pengembangan ilmu pengetahuan seperti konsultan pendidikan, peneliti pendidikan, ataupun usaha-usaha lainnya yang bergerak dibidang pendidikan.
“Walaupun kita dari pendidikan tidak tertutup kemungkinan untuk mengelola usaha-usaha yang mungkin tentunya berhubungan dengan pendidikan saudara. Untuk itu sikap berani membuka usaha perlu kita kembangkan,” ujarnya.
Selanjutnya, Dekan FKIP Abdoel Gafar mengatakan bahwa pengukuhan kelulusan ini menjadi bekal mahasiswa untuk mengabdi di masyarakat dan dapat menjadi guru yang profesional, berakhlak mulia, serta dapat meningkatkan kebenaran, kejujuran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang berasaskan pancasila dan ajaran agama masing-masing.
“Menjadi guru yang profesional dan berakhlak mulia dan mampu berkompetisi di era society 5.0,” katanya, (17/06).
Lanjutnya, tidak semuanya diharapkan menjadi guru seperti apa yang telah disampaikan oleh Pjs Rektor tadi, oleh karena itu harus mengembangkan diri terutama dalam masa perubahan ini, seperti perubahan instrupsi yang sangat besar sekarang ini adalah kurikulum merdeka karena banyak sekali istilah-istilah yang muncul yang tidak semua masyarakat umum mengetahui.
“Perubahan-perubahan ini kita harus lebih dahulu mengetahunya, karena itulah tantangan yang harus kita hadapi,” katanya.
Kemudian, Ketua Pelaksana Lily Andriani menjelaskan bahwa yudisium dilaksanakan secara online lantaran banyak mahasiswa yang jauh dan jika harus dilaksanakan secara tatap muka akan memakan biaya transportasi dengan kondisi ekonomi sekarang yang sulit.
“Saya sebagai ketua pelaksana mengikuti dekan juga untuk online cuman supaya tidak banyak pengeluaran dengan kondisi yang sulit dan ini mempermudah mahasiswa,” katanya, Jum’at (17/06).
Beliau berharap setelah ini mahasiswa dapat menjadi mahasiswa yang menghasilkan, profesional, serta berakhlak mulia.
“Kedepannya untuk mahasiswa menjadikan mahasiswa tersebut yang menghasilkan, profesional, berakhlak mulia untuk kedepannya,” katanya.
Tahun ini, FKIP Unbari resmi melepas 102 mahasiswa yang terdiri dari 5 program studi pendidikan yakni, Bahasa dan Sastra Indonesia 36 mahasiswa, Bahasa Inggris 36 mahasiswa, Sejarah 18 mahasiswa, Ekonomi 18 mahasiswa, dan Matematika 2 mahasiswa.
(Evi Oktaviani dan Ria Syafrianti)









Discussion about this post